Langsung ke konten utama

laporan praktikum teknologi formulasi sediaan solid metode kempa langsung

NAMA ZAT AKTIF, KEKUATAN SEDIAAN DAN JUMLAH SEDIAAN
Nama zat aktif            : CTM (Chlorpheniramini Maleas)
Kekuatan Sediaan       : 4 mg
Jumlah Sediaan           : 120 tablet

2.      FORMULA DAN METODE
R/        CTM                            4mg
Avicel : Strach                        70:30
Mg Stearat                  1%
Talk                             1%
Metode : Kempa langsung
Dibuat 200 tablet, berat setiap tablet 110 mg

3.      ALASAN PEMILIHAN FORMULA DAN METODE
CTM digunakan sebagai zat aktif, yang berfungsi sebagai antihistamin. Dosis dari zat aktif ini sedikit, karena memiliki efek sedative. Dalam proses absorsi obat dalam tubuh, zat aktif harus bekerja langsung pada reseptor. Sehingga diperlukan zat tambahan untuk mengantarkan zat aktif dan mencegah hancur sebelum ke reseptor. Selain itu, zat tambahan ini juga tidak boleh mengganggu fungsi dari zat aktif. Zat tambahan yang digunakan diantaranya avicel, strach, Mg stearat dan talk. Avicel digunakan sebagai zat pengisi, sedangkan strach digunakan sebagai pengikat zat-zat yang tercampur. Kedua zat ini merupakan fase dalam. Mg Stearat digunakan sebagai lubrikan, yaitu pelicin yang mengurangi gesekan antara permukaan tablet dengan dinding die saat pengempaan. Talk digunakan sebagai glidan, yaitu pelicin yang dapat meningkatkan aliran granul dari hopper kedalam die.
Metode yang digunakan adalah kempa langsung, karena pada metode ini prosesnya mudah, efisien baik waktu, ruangan, tenaga kerja


4.      MONOGRAFI ZAT AKTIF DAN ZAT TAMBAHAN
4.1   Cholpheniramine Maleat
Rumus Struktur         : C16H19CIN2C4H4O4
Berat Molekul           : 390,86
Pemerian                   : Serbuk hablur, putih; tidak berbau. Larutan                                                    mempunyai pH antara 4 dan 5.
Syarat                       : CTM mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 100,5%  C16H19ClN2.C4H4O4, dihitung terhadap zat yang dikeringkan
Penyimpanan            : Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.
Titik Leleh                 : 130o – 135oC
Susut Pengeringan  : Keringkan pada suhu 105oC selama 3 jam: kehilangan tidak lebih dari 0,5% dari beratnya
Residu Pembakaran    : Tidak lebih dari 0,2%

4.2   Avicel
4.3   Starch
Struktur empiris        : (C6H10O5)n, dimana n = 300 –1000.
Pemerian                     : Serbuk agak kasar sampai halus; serbuk berwarna putih sampai agak putih; tidak berbau; memiliki rasa  lemah yang khas; higroskopis
pH                             : 3,0 – 9,0 (modified starch)
Density                      : 1.478 g/cm3 untuk corn starch
Penyimpanan             : Simpan di wadah tertutup
4.4   PVP
Rumus Struktur         : (C6H9NO)n
Berat Molekul           : 10.000 hingga 700.000
Pemerian                     : Serbuk putih atau putih kekuningan; berbau lemah atau tidak berbau, higroskopik.
pH                              : antara 3,0 sampai 7,0 dalam bentuk larutan
Kandungan air          : tidak lebih dari 5%
Residu Pembakaran  : tidak lebih dari 0,1%
Penyimpanan             : Simpan dalam wadah tertutup rapat
Penandaan                  : pada etiket harus juga tertera: “Tidak untuk injeksi”
4.5   Mg Stearat
Magnesium Stearat merupakan senyawa magnesium dengan campuran asam-asam organik padat yang diperoleh dari lemak, terutama terdiri dari magnesium stearat dan magnesium palmitat dalam berbagai perbandingan. Mengandung setara dengan tidak kurang dari 6,8% dan tidak lebih dari 8,3% MgO.
Rumus Struktur         : [CH3(CH2)16COO]2Mg
Pemerian               : serbuk halus, putih dan voluminus; bau lemah khas, mudah melekat di kulit; bebas dari butiran.
Susut Pengeringan        : Keringkan pada suhu 105oC sampai berat konstan: kehilangan tidak lebih dari 6,0 % dari beratnya
Density (tapped)       : 0.286 g/cm3
Penyimpanan             : Simpan dalam wadah tertutup rapat
4.6   Talk
Rumus Struktur         : Mg6(Si2O5)4(OH)4 (Pure Talc)
Pemerian                     : serbuk hablur sangat halus, putih atau putih kelabu. Berkilat, mudah melekat pada kulit dan bebas dari butiran.
Susut Pengeringan  : kehilangan tidak lebih dari 7,0 % dari beratnya
Penyimpanan             : dalam wadah tertutup baik

5.      PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN
Tiap tablet CTM memiliki bobot 110 mg mengandung CTM 4 mg
Dibuat 200 tablet.
Bobot teoritis per tablet:
5.1      PERHITUNGAN
Fase dalam (100-2)%   = 98%
  = 0,98
  = 0,98 x 110 mg 
  =107,8 mg
Fase dalam tanpa CTM   = (107,8 – 4) mg
        = 103,8 mg
Avicel                   : 0,7 x 103,8 mg          = 72,66 mg
Strach                   : 0,3 x 103,8 mg          =  31,14 mg
Fase luar
Mg stearat                        : 0,01x 110 mg            =1,1 mg
Talk                      : 0,01x 110 mg            =1,1 mg
Perhitungan untuk 200 tablet
CTM                     : 4 mg x 200                = 0,8 g
Avicel                   : 72,66  mg x 200        =  14,532 g
Strach                   : 31,14 mg x 200         = 6,228 g
Fase luar
Mg stearat             : 1,1 x 200 mg             =  2,2g
Talk                       : 1,1 x 200 mg             = 2,2g
Jumlah                  : 22 g

5.2      PENIMBANGAN
CTM                     : 0,8 g
Avicel                   : 14,532 g
Strach                   : 6,228 g
Mg stearat                        : 2,2g
Talk                      : 2,2g
 
6.      PROSEDUR KERJA
Dilakukan pembuatan formula tablet CTM, dengan menentukan jumlah dari fasa dalam dan fasa luarnya. Kemudian, dilakukan penimbangan terhadap bahan-bahan tersebut.
Setelah bahan-bahan ditimbang, dicampurkan bahan kecuali  Magnesium Stearat dan Talk, di campur dengan menggunakan alat pencampur hingga homogen. Selanjutnya, dilakukan penetapan kecepatan alir, dengan cara ditimbang bahan tersebut sebanyak 20g, alat di set skala pada posisi 0, dimasukkan bahan ke corong, dihidupkan alat tersebut, dicatat waktu alirnya.
Setelah itu, dilakukan penetapan sudut istirahat, dengan cara perlakuan yang sama pada kecepatan alir, namun pada sudut istirahat yang diukur adalah tinggi puncak taburan bahan sediaan dan di ukur diameter lingkaran yang terbentuk dari taburan bahan sediaan, dihitung sudut yang terbentuk dari bahan sediaan tersebut antara bidang datar dengan tinggi bahan sediaan.
Serta dilakukan penetapan kompressibilitas dengan cara, ditimbang 10g bahan sediaan, dimasukkan ke dalam gelas ukur 100mL, dicatat volumenya (V0), kemudian dilakukan pengetukan dengan menggunakan tap density hingga volumenya konstan.
Dilakukan penentuan kerapatan sejati dengan menggunakan piknometer dilakukan 4 kali penimbangan yaitu piknometer kosong, piknometer berisi 2/3 serbuk, piknometer berisi paraffin liquidum, dan piknometer berisi serbuk dan paraffin liquidum. Kemudian dihitung kerapatan sejati.
Kemudian setelah dilakukan 3 uji tersebut ditambahkan Mg.Stearat dan Talk sebagai fasa luarnya, dicampur hingga homogen, setelah homogen dilakukan kembali uji penetapan kecepatan alir, penetapan sudut istirahat dan penetapan kompressibilitas. Kerapatan sejati tidak dilakukan pengujian kembali hal ini karena sudah dipastikan BJ nya akan berubah. Setelah itu hasil campuran dikempa langsung menjadi tablet. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap tablet yang telah dicetak.
Dilakukan uji keseragaman ukuran dengan cara, diambil 20 tablet, kemudian diukur diameter serta tebalnya menggunakan jangka sorong.
Dilakukan uji keseragaman bobot dengan cara, diambil 20 tablet secara acak lalu ditimbang masing-masing tablet tersebut, dihitung bobot rata-rata dan penyimpangan terhadap bobot rata-ratanya serta standar deviasinya.
Dilakukan uji kekerasan tablet dengan cara, dilakukan menggunakan hardness tester terhadap tablet yang diambil secara acak. Kekerasan diukur berdasarkan luas permukaan tablet dengan menggunakan beban yang dinyatakan dalam kg/cm2.
Dilakukan uji friabilitas dengan cara, diambil 20 tablet secara acak, kemudian tablet dibersihkan dari debu, kemudian ditimbang, dimasukkan tablet kedalam alat, dinyalakan alat selama 4 menit, kemudian tablet dibersihkan dan ditimbang, tablet yang baik memiliki friabilitas kurang dari 1%.
Dilakukan uji friksibilitas dengan cara, diambil 20 tablet secara acak, dibersihkan tablet dari debu kemudian ditimbnag, dimasukkan tablet kedalam alat, dinyalakan alat selama 4 menit, dibersihkan tablet dan ditimbang.
Dilakukan uji waktu hancur dengan cara, dimasukkan 6 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, dimasukkan 1 cakram pada tiap tabung dan dijalankan alat tersebut, digunakan air bersuhu 37oC sebagai medianya, dicatat berapa lama tablet tersebut dapat hancur.

7.      HASIL EVALUASI
Evaluasi produk ruahan (masa cetak)
HOMOGENITAS
KERAPATAN SEJATI
LAJU ALIR
WAKTU ALIR
Mess:40 = 2,09 g
          80 = 2,7 g
         120=14,53 g
W1 21,7465
W2 47,2058
W3 23,4016
W4 47,7830
0,5722 g/cm3
Bobot
Waktu
10,05 = 4,4 g/s
  2,3
(BAIK)
1.     3 detik
2.     2 detik
3.     2 detik
SUDUT ISTIRAHAT
tanÆŸ = tinggi   = 1,5 = 0,4     ÆŸo= 21,8o
           jari-jari    4,2

(SANGAT BAIK)
Tinggi:
1.      3,75 cm
2.      4,7 cm
3.      4 cm
Diameter :
1.      7,5 cm
2.      9,4 cm
3.      8,1 cm

Curah:
40 mL
Mampat:
32 mL
KOMPRESIBILITAS :
Curah – mampat x 100% =
Mampat
40 – 32 x 100% = 25 %
32
(BURUK)
Kesimpulan : Memenuhi syarat

7.1  Evaluasi Tablet
a.       Kontrol kekerasan
sampel


5

5

4,5

Mean:4,83 kg/cm3
Kontrol bobot                        
SD                               : 12,79
KESIMPULAN          : Tidak memenuhi syarat
Mean                           : 107,63

sampel
Bobot (mg)
1
110,7
87,5
2
105,3
108
3
110,7
106,5
4
108,3
111
5
104,6
104,2
6
110,4
90,6
7
106,8
104
8
105,2
104
9
104,6
109,9
10
153,9
105,4

b.      FRIABILITAS           : 4,384 % kesimpulan : Tidak memenuhi syarat
c.       FRIKSIBILITAS       :2,4854 %                    kesimpulan: memenuhi syarat
d.      UKURAN TEBAL    :0,279 cm SD: 0,01     kesimpulan: memenuhi syarat
e.       DIAMETER               :0,816 cm SD: 0,007   kesimpulan: memenuhi syarat
f.       WAKTU HANCUR   : < 1 Menit                  kesimpulan: memenuhi syarat
                                   
8.      PEMBAHASAN
Pada praktikum teknologi formulasi sediaan solid kali ini yaitu dilakukan pembuatan tablet CTM 4 mg serta bahan pembantu yaitu avicel, laktos, dan mg stearat dengan bobot masing-masing tabletnya yaitu 110 mg. avicel berfungsi sebagai bahan-bahan pengisi pengikat dalam bentuk kering, kemampuan avicel sebagai zat pengisi cukup tinggi karena partikel mikrokristalnya yang berasal dari alam disatukan oleh ikatan hydrogen. Ikatan hydrogen antara hydrogen pada molekul selulosa yang berdekatan membuat padatan partikelnya lebih kuat dan lebih kohesif. Pemilihan avicel mampu memberikan daya adhesi pada massa serbuk pada tablet kempa serta menambah daya kohesi pada bahan pengisi.  Avicel selain berfungsi sebagai zat pengikat juga sebagai desintegran yang membantu hancurnya tablet setelah ditelan. Penggunaan mg stearate ini bertujuan untuk mempercepat aliran bahan dalam corong ke dalam rongga cetakan sehingga mengurangi gesekan selama proses pengempaan tablet, selain itu juga berguna untuk mencegah melekatnya massa tablet pada punch dan cetakan. Dengan menggunakan metode kempa langsung. Tujuan dari dilakukannya metode kempa langsung ini yaitu agar lebih mudah, praktis, dan cepat pengerjaannya, dibandingkan dengan metode pencetakan lainnya. Tablet itu sendiri merupakan sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
Dilakukan penimbangan dan pengayakan semua bahan sebelum dilakukannya evaluasi, pada saat penimbangan dilebihkan 10%. Karena pada saat penimbangan atau penyimpanannya sebelum dicampurkan ada sebagian yang hilang bisa disebabkan oleh kontaminasi udara dan beberapa yang menempel pada kertas perkamen. Sedangkan untuk pengayakan ini bertujuan untuk menyeragamkan ukuran partikel karena selama penyimpanan ada kemungkinan terjadinya penggumpalan. Distribusi ukuran partikel berpengaruh pada sifat fisika dan kimia serbuk, sehingga pempengaruhi homogenitas tablet tablet akhir dan kestabilan produk.
Penambahan mg stearate dan talk dilakukan diakhir setelah dilakukan evaluasi pertama karena sebagai faseluar yang berfungsi untuk melapisi semua bahan. Ukuran yang relative seragam memudahkan proses pencampuran karena antara partikel yang satu dengan partikel yang lain akan memiliki peluang yang sama untuk bercampur. Serbuk yang telah homogen siap untuk dicetak. Sebelumnya disisihkan sejumlah serbuk untuk evaluasi yang meliputi uji laju alir,  sudut istirahat, dan kompresibilitas. Dilakukannya evaluasi ini bertujuan untuk melihat serbuk tersebut bagus tidak untuk proses pencetakan tabletnya.
Serbuk kemudian dicetak menggunakan alat single punch tablet press. Terdapat banyak faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan tablet cetak langsung, antara lain pemilihan eksipien pengisi-pengikat, dimana eksipien yang dipilih harus sesuai dengan zat aktif, memiliki kemampuan kompresibilitas, daya alir, dan kemampuan sebagai pelincir yang baik dan sesuai. Faktor lain adalah homogenitas ukuran serbuk yang akan berpengaruh terhadap proses pencampuran.
Pencetakan tablet menggunakan metode kempa langsung. Kempa langsung adalah pembuatan tablet tanpa adanya proses granulasi yang memerlukan eksipien yang cocok sehingga dapat memungkinkan untuk dikempa secara langsung. Kempa langsung dapat menghindari banyak masalah yang timbul pada granulasi basah maupun kering. Pemilihan metode kempa langsung karena dirasa bahan-bahan tablet yang digunakan mendukung untuk kempa langsung. Setelah tablet dicetak menggunakan metode kempa langsung dapat dilakukan evaluasi apakah benar metode yang digunakan untuk formula ini sudah tepat.
Pada evaluasi tablet untuk mengetahui kontrol Kekerasan menggambarkan kekuatan tablet untuk menahan tekanan pada saat proses produksi, pengemasan, dan pengangkutan. Prinsip pengukurannya adalah memberikan tekanan pada tablet sampai tablet retak atau pecah, kekuatan minimum untuk tablet adalah sebesar 4 kg/cm3. Alat yang digunakan pada uji kekerasan adalah hardness tester. Data yang didapatkan memenuhi syarat dan lolos uji kekerasan. Untuk kontrol keseragaman bobot tablet yang diambil 20 butir tablet secara acak diketahui dari standar deviasi yang didapat bobot tablet tidak memenuhi syarat, karena banyak bobot tablet yang selisihnya berjauhan, banyak factor yang mempengaruhinya, diantaranya pada saat pencetakan tablet serbuk yang tercetak massa nya kurang yang disebabkan dari laju alir tablet yang kurang saat pencetakan. Untuk uji friabilitas atau ketahanan tablet dari guncangan saat pengepakan tidak memenuhi standar, factor yang mempengaruhi itu diantaranya adalah dari saat pencetakan, massa yang masuk ke alat pencetakan itu kurang, sehingga tekanan yang diberikan tidak terlalu maksimal untuk pencetakan. Uji friksibilitas diperoleh data yang sesuai dengan syarat, uji friksibilitas sebenarnya hampir sama dengan uji friabilitas, uji friksibilitas ini untuk mengetahui apakah nanti bobot tablet akan ada yang berkurang pada saat proses pengemasan, tablet bergesekan dengan tablet lainya dan terkikis dinding-dinding tablet yang akan mempengaruhi bobot tablet. Untuk ukuran tebal dan diameter tablet memenuhi syarat dari standar deviasi yang diperoleh tidak terlalu jauh dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh farmakope Indonesia. Untuk uji disolusi atau waktu hancur saat tablet sudah dikonsumsi tidak boleh lebih dari 15 menit kecuali dinyatakan lain. Data yang didapat memenuhi standar karena kurang dari 1 menit tablet langsung hancur, tapi jangan juga terlalu cepat, dikhawatirkan sebelum obat menuju lambung sudah hancur terlebih dahulu dimulut dan rasa pahit yang ingin dihindarkan akan terjadi, sehingga penambahan zat penghancur haruslah sesuai.

9.      ASPEK FARMAKOLOGI
Chlorpheniramine Maleat (CTM)
Chlorpheniramine Maleat atau lebih dikenal CTM merupakan salah satu antihistaminika yang memili efek sedative (menimbulkan rasa kantuk). Namun, dalam penggunaannya dimasyarakat sering sebagai obat tidur dibanding antihistamin sendiri. Keberadaanya sebagai obat tunggal maupun campran dalam obat sakit kepala maupun influenza lebih ditujukan untuk rasa kantuk yang ditimbulkan sehingga pengguna dapat beristirahat.
CTM memiliki indeks terapetik (batas keamanan) cukup besar dengan efek samping dan toksisitas relatif rendah. Untuk itu sangat perlu diketahui mekanisme aksi dari CTM sehingga dapat menimbulkan efek antihistamin dalam tubuh manusia.
CTM sebagai AH1 menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus, dan bermacam-macam otot polos. AH1 juga bermanfaat untuk mengobati reaksi hipersensitivitas dan keadaan lain yang disertai pelepasan histamin endogen berlebih. Histamin endogen bersmber dari daging dan bakteri dalam lumen usus atau kolon yang membentuk histamin dari histidin. (FK-UI, 1995)
Dosis terapi AH1 umumnya menyebabkan penghambatan sistem saraf pusat dengan gejala seperti kantuk, berkurangnya kewaspadaan dan waktu reaksi yang lambat. Efek samping ini menguntungkan bagi pasien yang membutuhkan istirahat namun dirasa mengganggu bagi mereka yang dituntut melakukan pekerjaan dengan kewaspadaan tinggi. Oleh sebab itu, pengguna CTM atau obat yang mengandung CTM dilarang mengendarai kendaraan.
Jadi sebenarnya rasa kantuk yang ditimbulkan setelah penggunaan CTM merupakan efek samping dari obat tersebut. Sedangan indikasi CTM adalah sebagai antihistamin yang menghambat pengikatan histamin pada reseptor histamin.

a.       Absorpsi
Bioavaibilitas
Disaerap dengan baik setelah pemberian oral hanya 25-45% (tablet konvensional) atau 35-60% (larutan) dari dosis tunggal yang mencapai sirkulasi sistemik sebagai obat tidak berubah
Onset
Efek antihistamin jelas dalam waktu 6 jam setelah dosis tunggal
Durasi
Efek antihistamin dapat bertahan selama 24 atau lebih.

b.      Distribusi
Mengalami distribusi cepat dan luas. Namun distribusi belum sepenuhnya diketahui.
Ikatan protein plasma
69-72%

c.       Metabolisme
Mengalami metabolisme substansial dalam mukosa GI selama penyerapan dan efek lintas pertama melalui hati. Dimetabolismecepat dan ekstensif terutama terjadi minimal dua metabolit tak dikenal dan monodesmethylchlorpheniramine dan didesmethylchlorpheniramine.

d.      Eliminasi
Rute eliminasi
Diekskresikan dalam urine
Half-life
Eliminasi terminal paruh chlorpheramine adalah sekitar 12-43 jam.
Populasi khusus
Eliminasi terminal waktu paruh pada anak-anak adalah sekitar 9,6-13,1 jam (kisaran : 5,2-23,1 jam).
Terminal eliminasi waku paruh pada pasien dengan gagal ginjal kronis yang mejalani hemodialisis adalah sekitar 280-330 jam.

10.  KESIMPULAN

Pada proses pembuatan tablet, saat evaluasi serbuk tidak memenuhi syarat (kompresibilitas, daya alir, dan sudut istirahat), setelah diayak dan ditambahkan fase luar hasil menunjukan menjadi lebih baik dan memenuhi syarat. Metode kempa langsung dipilih karena zat aktif yang ada dalam formulasi tidak tahan terhadap pemanasan suhu tinggi. Tablet yang dicetak sebanyak 120 butir dengan komposisinya setiap tablet mengandung CTM 4 mg, evaluasi tablet meliputi friksibilitas, waktu hancur, keseragaman bobot memenuhi syarat. Kecuali friksibilitas dan keseragaman ukuran. Hal ini disebabkan kurangnya zat tambahan pengikat (Mg stearat dan Talk).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISI HATI ANAK PERTAMA

                                   Menjadi anak pertama itu bukan sekedar soal urutan lahir, tapi juga tentang beban yang diam-diam dipikul, tanggung jawab yang tanpa disadari diberikan, dan ekspektasi yang kadang terlalu tinggi untuk ukuran usia yang masih ingin dimengerti.      Anak pertama belajar banyak hal lebih dulu bukan karena siap, tapi arena harus. Mereka jadi perisai ketika orangtua sedang lelah, jadi contoh ketika adik-adiknya mulai tumbuh, jadi sandaran meski dirinya sendiri ingin bersandar.       Isi hatinya sering penuh, bukan cuma oleh tugas dan tanggung jawab, tapi juga oleh rasa takut gagal, takut mengecewakan, dan takut tidak cukup baik. dia belajar menangani diri sendiri, karena tak ingin merepotkan.      Dia menunda menangis karena harus terlihat kuat, dia belajar cepat dewasa, meski sebenarnya masih ingin menikma...

ANTARA MEMAKLUMI ATAU DIMAKLUMI

       Sebanyak itu yang ternyata hal-hal yang kita maklumi diam-diam, seolah jadi kebiasaan. Kita biarkan hal menyakitkan lewat begitu saja tanpa banyak suara.       Kita diam, bukan karena tak merasa, tapi karena terlalu sering mengalah sampai lupa rasanya benar-benar di dengarkan.       Ada banyak luka yang kita bungkus rapi hanya karena ingin menjaga orang lain tetap nyaman, padahal kita sendiri sedang retak-retaknya, and the saddest part is... all of that. Semua yang sudah kita tahan, mereka bahkan tidak tahu. Not even a clue. Seolah rasa sabar kita seakan tak terlihat, seolah rasa sakit kita terlalu ringan untuk dianggap.       Aku mengerti rasanya jadi seseorang yang banyak paham tapi jarang dipahami, yang menenangkan tapi jarang ditenangkan, yang mengerti tanpa diminta, tapi menunggu dimengerti seolah menunggu musim yang tak kunjung datang, dan kita tetap bertahan. Berharap ada waktu dimana semua k...