Menjadi anak pertama itu bukan sekedar soal urutan lahir, tapi juga tentang beban yang diam-diam dipikul, tanggung jawab yang tanpa disadari diberikan, dan ekspektasi yang kadang terlalu tinggi untuk ukuran usia yang masih ingin dimengerti.
Anak pertama belajar banyak hal lebih dulu bukan karena siap, tapi arena harus. Mereka jadi perisai ketika orangtua sedang lelah, jadi contoh ketika adik-adiknya mulai tumbuh, jadi sandaran meski dirinya sendiri ingin bersandar.
Isi hatinya sering penuh, bukan cuma oleh tugas dan tanggung jawab, tapi juga oleh rasa takut gagal, takut mengecewakan, dan takut tidak cukup baik. dia belajar menangani diri sendiri, karena tak ingin merepotkan.
Dia menunda menangis karena harus terlihat kuat, dia belajar cepat dewasa, meski sebenarnya masih ingin menikmati masa kecil lebih lama, dan meskipun tak banyak bicara, isi hatinya selalu berdoa :
"semoga orangtuanya bangga, semoga adik-adiknya tumbuh lebih bahagia, dan semoga dirinya juga tidak lupa mencintai diri sendiri di tengah segala peran yang harus dia jalani".
created by: Fifi Nur'afiyah Somantri.
Komentar
Posting Komentar