Langsung ke konten utama

ISI HATI ANAK PERTAMA

 



                      

    Menjadi anak pertama itu bukan sekedar soal urutan lahir, tapi juga tentang beban yang diam-diam dipikul, tanggung jawab yang tanpa disadari diberikan, dan ekspektasi yang kadang terlalu tinggi untuk ukuran usia yang masih ingin dimengerti.

    Anak pertama belajar banyak hal lebih dulu bukan karena siap, tapi arena harus. Mereka jadi perisai ketika orangtua sedang lelah, jadi contoh ketika adik-adiknya mulai tumbuh, jadi sandaran meski dirinya sendiri ingin bersandar. 

    Isi hatinya sering penuh, bukan cuma oleh tugas dan tanggung jawab, tapi juga oleh rasa takut gagal, takut mengecewakan, dan takut tidak cukup baik. dia belajar menangani diri sendiri, karena tak ingin merepotkan.

    Dia menunda menangis karena harus terlihat kuat, dia belajar cepat dewasa, meski sebenarnya masih ingin menikmati masa kecil lebih lama, dan meskipun tak banyak bicara, isi hatinya selalu berdoa :

 "semoga orangtuanya bangga, semoga adik-adiknya tumbuh lebih bahagia, dan semoga dirinya juga tidak lupa mencintai diri sendiri di tengah segala peran yang harus dia jalani".


                                                                                        created by: Fifi Nur'afiyah Somantri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

laporan praktikum teknologi formulasi sediaan solid metode kempa langsung

NAMA ZAT AKTIF, KEKUATAN SEDIAAN DAN JUMLAH SEDIAAN Nama zat aktif            : CTM (Chlorpheniramini Maleas) Kekuatan Sediaan       : 4 mg Jumlah Sediaan           : 120 tablet 2.       FORMULA DAN METODE R/        CTM                            4mg Avicel : Strach                        70:30 Mg Stearat                  1% Talk                      ...

ANTARA MEMAKLUMI ATAU DIMAKLUMI

       Sebanyak itu yang ternyata hal-hal yang kita maklumi diam-diam, seolah jadi kebiasaan. Kita biarkan hal menyakitkan lewat begitu saja tanpa banyak suara.       Kita diam, bukan karena tak merasa, tapi karena terlalu sering mengalah sampai lupa rasanya benar-benar di dengarkan.       Ada banyak luka yang kita bungkus rapi hanya karena ingin menjaga orang lain tetap nyaman, padahal kita sendiri sedang retak-retaknya, and the saddest part is... all of that. Semua yang sudah kita tahan, mereka bahkan tidak tahu. Not even a clue. Seolah rasa sabar kita seakan tak terlihat, seolah rasa sakit kita terlalu ringan untuk dianggap.       Aku mengerti rasanya jadi seseorang yang banyak paham tapi jarang dipahami, yang menenangkan tapi jarang ditenangkan, yang mengerti tanpa diminta, tapi menunggu dimengerti seolah menunggu musim yang tak kunjung datang, dan kita tetap bertahan. Berharap ada waktu dimana semua k...