Sebanyak itu yang ternyata hal-hal yang kita maklumi diam-diam, seolah jadi kebiasaan. Kita biarkan hal menyakitkan lewat begitu saja tanpa banyak suara.
Kita diam, bukan karena tak merasa, tapi karena terlalu sering mengalah sampai lupa rasanya benar-benar di dengarkan.
Ada banyak luka yang kita bungkus rapi hanya karena ingin menjaga orang lain tetap nyaman, padahal kita sendiri sedang retak-retaknya, and the saddest part is... all of that. Semua yang sudah kita tahan, mereka bahkan tidak tahu. Not even a clue. Seolah rasa sabar kita seakan tak terlihat, seolah rasa sakit kita terlalu ringan untuk dianggap.
Aku mengerti rasanya jadi seseorang yang banyak paham tapi jarang dipahami, yang menenangkan tapi jarang ditenangkan, yang mengerti tanpa diminta, tapi menunggu dimengerti seolah menunggu musim yang tak kunjung datang, dan kita tetap bertahan. Berharap ada waktu dimana semua kelelahan ini akan terbalas, atau setidaknya dimengerti.
Tapi hidup tidak selalu seindah imajinasi kita kan?
Ada hal-hal yang ternyata memang tidak akan bisa dijelaskan pada siapa pun, karena tak semua luka bisa dibagikan meski ingin sekali ada yang tahu.
Tapi satu hal yang pelan-pelan aku pelajari, bahwa kita tidak harus dimengerti oleh semua orang untuk tetap berharga. We don't need to be seen by everyone to matter. Ada keindahan dalam diam, ada kekuatan dalam memaafkan yang tidak di umumkan, dan mungkin..
Mungkin hal-hal yang kita maklumi hari ini sedang mengajarkan kita untuk jadi seseorang yang hatinya lebih lapang dari luka yang pernah diterima. Maybe this pain is shaping you into someone gentle and strong at once.
Jadi buat kamu yang membaca ini, yang mungkin sedikit lelah, please jangan merasa sendirian. Being soft doesn't make you weak. In fact, it takes a very strong soul to remain kind in an unkind world.
Kalau tidak ada yang tahu seberapa banyak kamu bertahan, Aku tahu. Dan lebih penting lagi, Tuhan tahu. Karena tidak ada air mata yang sia-sia di mata-Nya. You are seen, even in silence.
created by: Fifi Nur'afiyah Somantri.
Komentar
Posting Komentar