Langsung ke konten utama

the calculator man

akhirnya bisa nge blog juga "fyuuuuhhh" setelah sekian lama ga  nulis lagi udah satu tahun yang lalu kali ya? maklum aku sibuk sana sini, sibuk praktikum yang tiada henti, ditambah tugas yang beranak terus, belom lagi laporan yang bejibun. tapi dibalik itu semua, emang aku lagi ga ada judul aja mau nulis apa "hahahaha" tapi tiba-tiba aku kepikiran sama temen satu angkatan ku dikampus. sebut saja namanya Dodo. jadi ceritanya si dodo ini jago banget mengitung, bahkan dia sampai bisa menghitung tanpa pakai kalkulator! kalo aku sih menghitung pake kalkulator aja udah ribet apalagi statistik yang ada hitungan "bxybxyxby" tapi hebatnya dia itu bisa menjumlah membagi mengkali mengkuadratkan menCos kan tanpa bantuan kalkulator, bahkan dalam jumlah yang banyaaaaaak banget angkanya. coba gimana ga edan?
pernah ya pada suatu hari lagi dikelas ceritanya dia disuruh tuh sama dosen buat mengerjakan soal di depan kelas ya hitungan gitu deh. banyak sih yang disuruh maju kedepan buat menyelesaikan itu soal, tapi tidak ada seorangpun yang bisa mengerjakan dengan sempurna, pasti ada aja salahnya. nah si dosen menyuruh si dodo ini maju kedepan buat menyelesaikan soal tersebut. dia maju kedepan ga berapa lama cuma dalm hitungan menit dia beres dong mengisi soalnya. sampai dosen pun bingung sendiri sama jawaban si dodo yang smart ini. ya kira-kira begitulah kisahnya so dodo yang menurut aku pantas untuk dijuluki "the calculator man"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

laporan praktikum teknologi formulasi sediaan solid metode kempa langsung

NAMA ZAT AKTIF, KEKUATAN SEDIAAN DAN JUMLAH SEDIAAN Nama zat aktif            : CTM (Chlorpheniramini Maleas) Kekuatan Sediaan       : 4 mg Jumlah Sediaan           : 120 tablet 2.       FORMULA DAN METODE R/        CTM                            4mg Avicel : Strach                        70:30 Mg Stearat                  1% Talk                      ...

ISI HATI ANAK PERTAMA

                                   Menjadi anak pertama itu bukan sekedar soal urutan lahir, tapi juga tentang beban yang diam-diam dipikul, tanggung jawab yang tanpa disadari diberikan, dan ekspektasi yang kadang terlalu tinggi untuk ukuran usia yang masih ingin dimengerti.      Anak pertama belajar banyak hal lebih dulu bukan karena siap, tapi arena harus. Mereka jadi perisai ketika orangtua sedang lelah, jadi contoh ketika adik-adiknya mulai tumbuh, jadi sandaran meski dirinya sendiri ingin bersandar.       Isi hatinya sering penuh, bukan cuma oleh tugas dan tanggung jawab, tapi juga oleh rasa takut gagal, takut mengecewakan, dan takut tidak cukup baik. dia belajar menangani diri sendiri, karena tak ingin merepotkan.      Dia menunda menangis karena harus terlihat kuat, dia belajar cepat dewasa, meski sebenarnya masih ingin menikma...

ANTARA MEMAKLUMI ATAU DIMAKLUMI

       Sebanyak itu yang ternyata hal-hal yang kita maklumi diam-diam, seolah jadi kebiasaan. Kita biarkan hal menyakitkan lewat begitu saja tanpa banyak suara.       Kita diam, bukan karena tak merasa, tapi karena terlalu sering mengalah sampai lupa rasanya benar-benar di dengarkan.       Ada banyak luka yang kita bungkus rapi hanya karena ingin menjaga orang lain tetap nyaman, padahal kita sendiri sedang retak-retaknya, and the saddest part is... all of that. Semua yang sudah kita tahan, mereka bahkan tidak tahu. Not even a clue. Seolah rasa sabar kita seakan tak terlihat, seolah rasa sakit kita terlalu ringan untuk dianggap.       Aku mengerti rasanya jadi seseorang yang banyak paham tapi jarang dipahami, yang menenangkan tapi jarang ditenangkan, yang mengerti tanpa diminta, tapi menunggu dimengerti seolah menunggu musim yang tak kunjung datang, dan kita tetap bertahan. Berharap ada waktu dimana semua k...