Langsung ke konten utama

laporan praktikum botani farmasi pigmen warna




NILAI
PARAF




LAPORAN PRAKTIKUM
BOTANI FARMASI
PIGMEN WARNA PADA TUMBUHAN

Nama / NPM                           : Hartati Iswara ( A 141 064 )
Retno Anjarwati ( A 141 085 )
Diman Aguastian ( A 141 070 )
Piolani Putri Nurgeofani ( A 141 080 )
Fifi Nur Afiyah Somantri ( A 141 075 )
Kelas / kelompok                    : Reguler Pagi B / C
Tanggal Praktikum                  : 6 Desember 2014
Tanggal Masuk Laporan         : 15 Desember 2014
Asisten Laboratorium             : Melvi Sundalian S,Farm., Apt.
                               Sani Nurlaela F M.Si.,Apt

LABORATORIUM BOTANI FARMASI
SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA
YAYASAN HAZANAH
BANDUNG 2014

       I.            TUJUAN
Melihat pigmen yang terdapat dalam daun dan bunga
    II.            PRINSIP
Berdasarkan terbentuknya pigmen pada daun bunga dengan pengamatan gradasi warna pada kertas saring.
 III.            REAKSI

 IV.            TEORI

Pigmen adalah zat warna yang terdapat pada tumbuhan pigmen yang ada pada tumbuhan hijau disebut klorofil dalam fotosintesis tanaman memanfaatkan sinar matahari yang terdiri dari kombinasi berbagai warna.
Pigmen-pigmen yang ada pada tanaman biasanya dijumpai dalam plastid serta dalam vakuola. Salah satu pigmen pada daun yaitu klorofil. Klorofil ini terletak pada kloroplas. Nama lain dari klorofi adalah zat hijau daun. Adanya pigmen klorofil akan memberi ciri warna hijau pada daun dan atau batang tanaman. Menurut Abidin, 1984, Lakitan, 2001 dalam Widowati (2011), pigmen ini terdapat di dalam kloroplas, yang akan menyebabkan sel-sel memiliki kemampuan menyerap energi cahaya. sehingga terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan gula atau karbohidrat. Fungsi utama sejumlah pigmen karotenoid tertentu ialah melindungi tumbuhan terhadap solatisasi dengan menyerap kelebihan energy cahaya dan kemudia di lepas sebagai bahan.
Kloroplas
Dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil yang sering disebut pula daging daun. Kloroplas juga dijumpai dibagian bagian lain. Bahkan juga pada bagian batang dan ranting yang berwarna hijau.hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau yang disebut klorofil. Pigmen ini dapat menyerap cahaya matahari klorofil terdapat pada membran tilakoid, sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis yang berlangsung di stroma. Disamping klorofil A(pigmen berwarna hijau) dikenal pada klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil A.
Warna hijau
Ditimbulkan oleh klorofil yang terdapat pada kloroplas dalam kloroplas juga dijumpai karotenoid akan tampak jika hanya terdapat sedikit atau tidak ada klorofil sama sekali. Untuk terjadinya fotosintesis energy dalam bentuk electron yang tereksitasi pada berbagai pigmen harus disalurkan ke pigmen pengumpul energy yang disebut sebagai pusat reaksi. Ada terdapat dua macam pusat reaksi pada membrane tilakoid. Keduanya merupakan molekul klorofil a yang berasosiasi dengan protein tertentu dan komponen-komponen membrane lainnya.
                                                                                                                                                    Pigmen pigmen yang lain dalam kloroplas memindahkan energinya untuk perangsangnya kepada P700 – P680. Untuk alas an ini klorofil b, karotenoid dan sebagian besar dari klorofil.
1.      Klorofil merupakan kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan,terdapat dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses-proses fokus. Pigmen klorofil berfungsi pada tumbuhan untuk proses fotosintesis, memoles daun dan buah yang masih mentah dengan warna hijau. Pigmen ini juga berfungsi sebagai anti-oksidan.
2.      Klorofil a mengandung warna hijau dan mempunyai rumus molekul C55H72O5N4 Mg, dapatmengabsorbasi blue violet dan merah dalam gelombang yang lebih pendek disbandingdengan menyerap cahaya merah secara maksimal yang terjadi pada gelombang cahayayang panjang.
3.      Klorofil b Mengandung warna biru dan mempunyai rumus molekul C55H70O6N4 Mg, biasanyahanya terdapat pada alga hijau, klorofil b memiliki gugus aldehid yang menyebabkanklorofil ini bersifat hidrooli dibanding klorofil a dan berwarna hijau kekuningan.
4.      Karotenoid merupakan pigmen penyebab warna merah, orange dan kuning pada sayuran. Merupakan golongan pigmen yang larut dan terdapat pada semua jenis tumbuhan mulai dari bakteri sederhana sampai yang berbuga kuning pada tumbuhan.
5.      Antosianin merupakan warna paling penting dalam tumbuhan, pigmen yang berwarna kuat dan larutan air. Antosianin memberi warna merah, merah muda, ungu dan biru. Karena sifat ion antosianin, intensitas dan warnanya tergantung pada pH. Pada larutan asam, ada berbagai warna dari oranye-merah sampai ungu. Apabila pH mendekati 7 terbentuk semu basa yang tidak berwarna.
6.      Xantofil merupakan pigmen warna dengan biasanya berada bersama-sama dengan klorofil yang bila jumlah hanya dominan akan tampak warna kuning pada tanaman dan apabila klorofil yang tampak akan berwarna hijau.
Klorofil adalah pigmen yang merupakan katalisator fotosintesis yang sangat penting dalam semua jaringan tumbuhan berfotosintesis. Klorofil terdapat dalam kloroplas dan sering berkaitan dengan protein, tetapi mudah diekstraksi ke dalam pelarut lipid. Di dalam tumbuhan, paling sedikit terdapat lima jenis klorofil. Selain klorofil, di dalam tumbuhan juga terdapat pigmen warna lain yang disebut karotenoid. Selain sebagai pigmen warna, karotenoid juga membantu dalam fotosintesis. Terdapat lebih dari 300 jenis karotenoid, tetapi yang terdapat dalam tumbuhan tinggi hanya sedikit, umumnya berupa karoten. Salah satu turunan karotenoid, yaitu hidrokarbon tak jenuh turunan likopen atau turunan likopen teroksigenesi dikenal sebagai xantofil. Xantofil yang umum terdapat berupa monohidroksikaroten (ketrin dan rubixantin), dihdroksikaroten (zeakantin) atau dihidroksi-epoksikaroten (violaxantin). Ada dua macam karotenoid, yaitu karotenoid hidrokarbon murni dan xantofil yang mengandung oksigen.
 Karotenoid tertentu juga ditemukan pada sellimut kloroplas yang memberinya warna kekuningan.. Fungsi utama sejumlah pigmen karotenoid tertentu ialah melindungi tumbuhan terhadap solarisasi dengan  cara menyerap kelebihan energi cahaya dan kemudian dilepas sebagai bahang. Karotenoid dapat berupa karotin (C40H56) berwarna jingga dan xantofil (C40H56O2) berwarna kuning.
Adanya kloroplas pada tumbuhan menyebabkan tumbuhan dapat berasimilasi karena di dalam kloroplas terdapat klorofil yang dapat menangkap sinar matahari untuk memasak makanan. Pada tanaman tingkat tinggi ada 2 macam klorofil yaitu klorofil-a (C55H72O5N4Mg) yang berwarna hijau tua dan klorofil-b (C55H70O6N4Mg) yang berwarna hijau muda. Klorofil a dan b paling kuat menyerap cahaya di bagian merah (600-700 nm), sedangkan yang paling sedikit cahaya hijau (500-600 nm). Sedangkan cahaya berwarna biru dari spektrum tersebut diserap oleh karotenoid.
 Klorofil menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata (visible).  Misalnya, cahaya matahari mengandung semua warna spektrum kasat mata dari merah sampai violet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap dengan baik secara merata oleh klorofil.  Klorofil dapat menampung energi cahaya yang diserap oleh pigmen cahaya atau pigmen lainnya melalui fotosintesis, sehingga klorofil disebut sebagai pigmen pusat reaksi fotosintesis.
Beberapa yang mempengaruhi kestabilan pigmen atau zat warna
  1. pH
Warna yang ditimbulkan oleh antosianin tergantung dari tingkat keasaman (pH) lingkungan sekitar sehingga pigmen ini dapat dijadikan sebagai indikator pH. Warna yang ditimbulkan adalah merah (pH 1), biru kemerahan (pH 4), ungu (pH 6), biru (pH 8), hijau (pH 12), dan kuning (pH 13). Untuk mendapatkan warna yang diinginkan, antosianin harus disimpan menggunakan larutan bufer dengan pH yang sesuai.
  1. Kation
Sebagian kation, terutama kation divalen dan trivalen harus dihindari karena dapat menyebabkan perubahan warna antosianin menjadi biru hingga terjadi pengendapan pigmen. Selain itu, permukaan tembaga, baja ringan, dan besi juga sebaiknya dihindari.
  1. Oksigen
Saat terlarut di dalam suatu larutan campuran, antosianin akan teroksidasi perlahan-lahan.
  1. Sulfur dioksida (SO2)
Apabila sulfur dioksida bereaksi dengan antosianin maka akan terbentuk produk yang tidak berwarna. Reaksi perubahan warna tersebut bersifat reversible sehingga hanya dengan memanaskan SO2 maka warna akan kembali seperti semula.
5.       Protein
Apabila sumber antosianin bereaksi dengan protein maka akan terbentuk uap atau endapan. Peristiwa ini lebih dipengaruhi oleh pigmen non fenolik yang bereaksi dengan protein seperti gelatin.
  1. Enzim
Penggunaan beberapa enzim dalam pengolahan makanan yang mengandung antosianin dapat mengakibatkan kandungan antosianin di dalamnya hilang atau berkurang. Hal ini sebagian disebabkan oleh enzim glukosidase yang ada pada tahap preparasi enzim.
    V.            ALAT DAN BAHAN
1.      Mortir dan stamper
2.      Kertas saring
3.      Alkohol 95%
4.      Corong
5.      Cawan petri
6.      Bunga atau daun segar

 VI.            PROSEDUR
Bunga digerus sampai halus dan ditambah air sampai zat dalam bunga terlarut, sedangkan daun digerus sampai halus dan ditambah alcohol 95% sampai zat dalam daun terlarut. Kemudian keduannya disaring menggunakan kertas saring dan ditampung dalam wadah melalui corong. Lalu disiapkan kertas saring bulat dan dilubangi di bagian tengah kertas, dicelupkan dalam cairan tanaman dan dibiarkan beberapa saat sampai terjadi gradasi warna. Diamati perubahan yang terjadi.






VII.            DATA PENGAMATAN
No
Bahan
Warna awal
Hasil
1.
Bunga + air
Warna merah

                      merah
2.
Daun + alkohol 95%
Warna hijau

bb
a







2
        3          1
Keterangan      1 : Hijau Muda : Klorofil (a)
                        2 : Hijau Tua : Klorofil (b)
                        3 : Kuning : Xanthofil

VIII.            PEMBAHASAN
                        Pada praktikum kali ini kami dapat jelaskan mengenai pigmen warna yang terdapat dalam daun dan bunga beserta pemisahan zat warna yang terdapat dalam daun dan bunga. Percobaan yang dilakukan pada praktikum ini menggunakan daun tanaman bugenvile yang berwarna hijau muda dan bunga bugenvile yang berwarna merah muda.  Dalam percobaan pada daun, praktikan menggunakan larutan alkohol sebagai pelarutnya dikarenakan klorofil larut dalam alkohol atau eter dan tidak larut dalam air. Sedangkan pada percobaan bunga menggunakan air sebagai pelarutnya karena zat warna dalam bunga dapat larut dalam air. Percobaan dilakukan menggunakan teknik kromatografi  yaitu teknik pemisahan zat warna yang sederhana dengan prinsip berdasarkan fase diam dan fase gerak pada objek kertas saring. Kertas saring digunakan sebagai objek pemisah zat warna, sehingga dapat terlihat jelas pigmen warna yang ditimbulkan pada suatu tanaman. Fase diam merupakan fase dimana kertas dapat menyerap cairan tanaman dengan seragam, sedangkan fase gerak merupakan fase dimana campuran yang terkandung dalam tanaman dapat tercampur dengan pelarut yang sesuai.  Pada proses ini kertas saring sebelum ditetesi cairan tanaman diberi lubang dan ditutupi kembali dengan kertas saring yang di pilin-pilin dengan tujuan agar tidak adanya udara yang masuk dan untuk meyakinkan bahwa udara dalam tabung terjenuhkan dengan uap pelarut. Penjenuhan udara dalam tabung dengan penguapan pelarut sangat mempengaruhi pergerakan pelarut dalam kertas saring.
            Berdasarkan gambar kromatografi pada daun, maka urutan pigmen warna yang dapat terlihat yaitu dengan urutan klorofil b (hijau tua), kemudian klorofil a (hijau muda) dan xantofil (kuning) . Artinya klorofil b (hijau tua) menempuh jarak yang paling dekat dari titik awal sedangkan xantofil menempuh jarak yang paling jauh dari titik awal . Hal ini disebabkan karena klorofil b (hijau tua) memiliki berat molekul yang paling kecil dan xantofil memiliki berat molekul yang paling besar jadi pergerakan pigmen klorofil b (hijau tua) lebih cepat daripada xantofil. Dapat dilihat berdasarkan dari rumus kimianya seperti pigmen xantofil{C40H54(OH)2}, klorofil a {C55H72O5N4Mg}, klorofil b {C55H70O6N4Mg} dan karotenoid {C40H56}. Berat molekul ini dapat dilihat dari jumlah atom C dan O.
                        Pada tanaman umumnya banyak terdapat klorofil terutama pada daun dan batang yang masih muda, sehingga tanaman tampak menjadi hijau. Klorofil merupakan pigmen utama yang terdapat dalam tanaman. Klorofil dapat menyerap pigmen biru dan kuning sambil memantulkan cahaya hijaunya. Pigmen ini sangat berperan penting dalam kehidupan tanaman karena berfungsi sebagai zat yang dapat menangkap energi cahaya dalam proses fotosintesis.  Sehingga hal tersebut dapat berguna sumber energi dalam kehidupannya. Klorofil ini terdapat dua macam yaitu klorofil a dan b yang dibedakan atas struktur kimia penyusunnya. Ketika masih muda umumnya daun berwarna hijau dan berwarna kuning saat daun sudah tua sehingga pigmen terbesar yang terdapat dalam daun tanaman tersebut adalah pigmen klorofil a, klorofil  b dan karetonoid atau xantofil (bagian dari golongan karoten). Xantofil inilah yang memberikan warna kuning pada tanaman.
            Berdasarkan gambar kromatografi pada bunga, maka dapat dilihat pigmen warna yang terdapat pada bunga bugenvile ini hanyalah terlihat pigmen antosianin saja (merah). Hal ini dapat disebabkan bahwa tanaman bugenvile yang dipakai pada percobaan kali ini merupakan tanaman yang tumbuh pada daerah yang bersifat asam. Karena pada tanaman yang hidup pada daerah yang bersifat basa, keberadaan pigmen ini dapat memunculkan warna biru atau ungu. Pada umumnya pigmen ini muncul dipengaruhi oleh derajat keasaman (Ph) dan biasa terdapat pada bagian mahkota bunga.  Keberadaan pigmen antosianin ini sangat berperan dalam memaksimalkan penangkapan energi cahaya matahari yang tersedia dan dapat membantu fungsi klorofil.

IX.  KESIMPULAN
            Pigmen yang terdapat dalam daun bugenvile yaitu klorofil b (hijau tua), klorofil a (hijau muda) yang menyebabkan daun berwarna hijau dan xantofil (kuning) menyebabkan daun berwarna kekuningan. Pada bunga bugenvile terdapat pigmen antosianin yaitu pigmen yang menyebabkan terdapatnya warna merah pada mahkota bunga. Pigmen-pigmen tersebut merupakan zat yang berperan penting pada proses fotosintesis terutama dalam penyerapan cahaya atau penangkapan cahaya matahari.












DAFTAR PUSTAKA

Sutrian,Yayan. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan (TentangSeldanJaringan). Jakarta: Rineka Cipta.
Lumowa, Sonja V. T. 2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Samarinda: Unversitas Mulawarman.
Harborne, 1997.  Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia, Jakarta.



























LEMBAR KONTRIBUSI

1.      Piolani Putri Nurgeofani
-          Data Pengamatan
-          Cover

2.      Bersama-sama
-          Pembahasan
-          Kesimpulan

3.      Diman Aguastian
-          Tujuan
-          Prinsip
-          Reaksi
-          Lembar Pekerjaa
-           
4.      Hartati Iswara
-          Teori
-          Dapus

5.      Fifi Nurafiyah Somantri
-          Editing
-          Lampiran

6.      Retno Anjarwati
-          Alat dan bahan
-          Prosedur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

laporan praktikum teknologi formulasi sediaan solid metode kempa langsung

NAMA ZAT AKTIF, KEKUATAN SEDIAAN DAN JUMLAH SEDIAAN Nama zat aktif            : CTM (Chlorpheniramini Maleas) Kekuatan Sediaan       : 4 mg Jumlah Sediaan           : 120 tablet 2.       FORMULA DAN METODE R/        CTM                            4mg Avicel : Strach                        70:30 Mg Stearat                  1% Talk                      ...

ISI HATI ANAK PERTAMA

                                   Menjadi anak pertama itu bukan sekedar soal urutan lahir, tapi juga tentang beban yang diam-diam dipikul, tanggung jawab yang tanpa disadari diberikan, dan ekspektasi yang kadang terlalu tinggi untuk ukuran usia yang masih ingin dimengerti.      Anak pertama belajar banyak hal lebih dulu bukan karena siap, tapi arena harus. Mereka jadi perisai ketika orangtua sedang lelah, jadi contoh ketika adik-adiknya mulai tumbuh, jadi sandaran meski dirinya sendiri ingin bersandar.       Isi hatinya sering penuh, bukan cuma oleh tugas dan tanggung jawab, tapi juga oleh rasa takut gagal, takut mengecewakan, dan takut tidak cukup baik. dia belajar menangani diri sendiri, karena tak ingin merepotkan.      Dia menunda menangis karena harus terlihat kuat, dia belajar cepat dewasa, meski sebenarnya masih ingin menikma...

ANTARA MEMAKLUMI ATAU DIMAKLUMI

       Sebanyak itu yang ternyata hal-hal yang kita maklumi diam-diam, seolah jadi kebiasaan. Kita biarkan hal menyakitkan lewat begitu saja tanpa banyak suara.       Kita diam, bukan karena tak merasa, tapi karena terlalu sering mengalah sampai lupa rasanya benar-benar di dengarkan.       Ada banyak luka yang kita bungkus rapi hanya karena ingin menjaga orang lain tetap nyaman, padahal kita sendiri sedang retak-retaknya, and the saddest part is... all of that. Semua yang sudah kita tahan, mereka bahkan tidak tahu. Not even a clue. Seolah rasa sabar kita seakan tak terlihat, seolah rasa sakit kita terlalu ringan untuk dianggap.       Aku mengerti rasanya jadi seseorang yang banyak paham tapi jarang dipahami, yang menenangkan tapi jarang ditenangkan, yang mengerti tanpa diminta, tapi menunggu dimengerti seolah menunggu musim yang tak kunjung datang, dan kita tetap bertahan. Berharap ada waktu dimana semua k...