Maafkan menantumu ini, jika tak bisa memasak seenak masakan mamah. tapi menantu kalian ini akan berusaha yang terbaik untuk menghidangkan masakan yang lebih sedap lagi.
Maafkan menantumu, jika tidak bisa merawat rumah dengan baik. Tapi menantumu ini akan berusaha untuk merawat rumah dengan baik lagi.
Maafkan menantumu, jika gelarku hanyalah seorang wanita biasa, bukan Dokter ataupun Professor. Karena tugas menantumu ini hanya untuk menjadi istri yang sholehah dan menantu yang baik.
Aku tidak akan mengambil semua kasih sayang dari putramu, karena aku hanyalah pendatang baru yang melengkapi keluarga kalian. menantumu ini tahu perjuangan kalian dalam membesarkan putramu ini, Insya Allah, putramu tak sia-sia memilih menantumu ini menjadi istrinya karena, Insya Allah kita akan berjuang bersama untuk membuat kalian bahagia dan selalu tersenyum. Entah lah dalam waktu lama atau cepat, menantumu ini akan memberi kalian cucu yang imut, cucu yang sholeh dan sholehah.
Jika masakan menantumu ini kurang sedap, tolong jangan marahi menantumu ini. karena menantumu ini sedang belajar untuk yang terbaik.
Terakhir, jika kelak menantumu ini meninggalkan kalian, meninngalkan putramu, meninggalkan cucu-cucumu dan tidak bisa kembali lagi ke dunia ini. Tolong segera carikan ibu pengganti untuk cucu-cucumu tapi nanti, ketika tanah makamku sudah mengering.
Tapi entah mengapa aku tidak ingin makanmku segera mengering dengan waktu yang sekejap, aku ingin tanah makamku selalu basah untuk waktu yang lama.
created by: Fifi Nur'afiyah Somantri.

Komentar
Posting Komentar